Fiksi

MASA KECIL , MASA DEWASA

 

 

“ … aris belajar sabar ya , ya begini ini kalau punya saudara laki – laki semua .” itu lah kata – kata almh ibu yang sampai saat ini masih aku ingat .

Yah , aris kecil , tumbuh dalam didikan yang keras . Tegas, disiplin , tangguh , mandiri .Dari kecil harus belajar mandiri , dalam hal ini mengurus diri sendiri , mendapat tugas bersih bersih kamar , menata pakaian , menyapu kamar , dan melayani kebutuhan orang rumah .

Perlakuan berbeda pun aris kecil rasakan . Perbedaan perempuan dan laki – laki . Tingkah laku , adab sopan santun , tapi hal pembeda itu justru menjadi tidak jelas penerapannya dalam keluarga. Hal pembeda ini terselip dalam tatanan budaya jawa , bahwa wanita harus melayani kebutuhan orang rumah , termasuk memasak , mencuci baju , mencuci piring , menyapu , mengepel dll kebutuhan rumah tangga lainnya . Apalagi yang menjadi role model dalam rumah tangga adalah ibu yang paling dominan bapak hanya mengikuti saja .

Yang aris kecil lihat , ibu yang mengatasi semua permasalahan di rumah tangga dan bapak hanya mendukung saja . Aris kecil di didik untuk menjadi manusia yang serba bisa dalam hal apapun , di mana hal itu tidak di lakukan pada saudara laki – laki nya .

Energi maskulin sangat kentara sekali di tumbuh kan pada diri aris kecil , hingga saat tumbuh dewasa , aris menjadi pribadi yang sangat mandiri . Menjadi pribadi yang tangguh , hingga merasa tidak butuh seorang laki – laki berada di sampingnya. Bukan menjadi anak perempuan yang manis, manja , lemah lembut , tapi anehnya ibu meminta itu dari aris. Dulu aris merasa tidak ada yang aneh pada diri aris sendiri , ibu pun mungkin tidak menyadari hal tersebut , bahwa apa yang di tanamkan di ajarkan kepada aris kecil , tidak menjadi sosok aris  yang lemah lembut.

Aris dewasa tumbuh menjadi aris yang mandiri , tomboy , temannya banyak berjenis kelamin laki laki . Sikap tangguh , mandiri , yang melekat pada diri aris dewasa , terbawa dalam kehidupan berumah tangga. Aris terbiasa hidup berkecukupan akhirnya mengalami drama yang luar biasa dalam rumah tangga . Role model yang aris pakai ternyata tidak bisa di gunakan dalam kehidupan rumah tangga aris . Seorang aris tidak di ajarkan bagaimana ber interaksi dengan lawan jenis , karena selama dalam masa tumbuh tidak ada perbincangan obrolan hati ke hati atau bekal apa itu berumah tangga. Aris hanya melihat bagaimana cara ibu meng hadapi seorang laki – laki bukan bagaimana cara menghadapi suami.

Drama dalam keluarga aris , akhirnya berakhir . Banyak pelajaran yang aris dapat dalam berumah tangga selama 11 tahun . Penerapan didikan kepada anak pun tidak bisa di gunakan pada saat ini . Perubahan jaman yang tidak dapat kita hindari . Aris harus bisa menjadi dewasa sendiri ,karena bapak dan ibu telah berpulang . Dukungan dari saudara juga kurang aris dapat kan . aris tidak dapat menyalahkan saudara saudara , karena didikan orang tua mereka bersikap seperti itu . Hal tersebut membuat aris menjadi jatuh , tidak harus berbuat apa . Pergumulan dalam diri aris sangat lah menguras energi. Allah maha baik , sangat baik sekali . aris di pertemukan dengan orang – orang baik . Aris menerapi diri , belajar mengubah mindset , gabung dalam komunitas , banyak hal yang aris dewasa lakukan untuk memperbaiki diri sendiri.

Alhamdulillah , aris menemukan ilmu tentang kesadaran .Dalam mempelajari ilmu itu aris menjadi paham , bagaimana menjadi seorang manusia yang ada di semesta ini . Segala permasalahan di semesta ini sudah ada yang mengatur , dan Allah tidak akan merugikan manusia dengan memberi beban di luar batas kemampuan manusia itu sendiri .

Sedikit kelumit kisah bagaimana aris , berdamai dengan masa lalu . Meski tidak detail , semoga bisa memberi manfaat untuk yang membaca. Percayalah, Allah maha baik, dan tetap ber prasangka baik terhadap Allah.